Rabu, 26 Februari 2014

Mengajarkan Anak Berhemat

Tidak hanya para orang dewasa yang perlu berhemat. Anak-anak pun perlu diajarkan hidup hemat sejak dini, agar mnjadi sikap hidupnya di kemudian hari. Ikuti langkah-langkah berikut ini, agar anak mau berhemat tanpa merasa tertekan:

1.     Tidak Menghabiskan Uang Jajan
Setiap kali memberi uang jajan, beritahukan padanya bahwa uang ini bukan untuk dihabiskan. Mintalah kembali uang yang berhasil dia sisihkan. Lalu, berikan pujian, pelukan atau ciuman bila anak berhasil membawa pulang sisa uang jajannya. Dengan demikian, anak anda akan akan merasa mendapat penghargaan atas apa yang sudah dilakukannya. Tunjukkan rasa bangga anda padanya dengan menceritakan apa yang sudah dilakukannya pada pasangan di depan anak anda. Anak anda akan cenderung mengulangi proses belajar berhemat itupada keesokan harinya.
2.     Memberinya Hadiah
Setelah seminggu atau dalam waktu tertentu anak anda berhasil menyisihkan uang jajanya setiap hari, berilah dia hadiah. Jelaskan padanya bahwa hadiah ini bisa dibeli dari hasilnya menyisihkan uang jajan. Sebelum membelikan hadiah, cari tahu dahulu benda apa yang paling dia inginkan. Namun, jangan membelikannya barang yang jauh lebih mahal, karena hal itu justru tidak mendidiknya untuk mengenal nilai uang.
3.     Menyediakan Celengan
Belikan anak anda celengan dengan bentuk yang menarik. Atau ajak dia untuk memilih sendiri celengannya. Anda bisa mengatakan padanya bahwa celengan tersebut adalah harta karunnya. Bersemangatlah ketika mengajaknya, hal ini akan membuat anak merasa sedang membeli sesuatu yang penting. Setelah itu, mulailah anak diajarkan untuk memasukkan uang jajan yang tidak dihabiskannya itu ke dalam celengan. Tunjukkan semangat, pujian, dan rasa senang ketika melihat dia memasukkan uang ke dalam “harta karunnya”.
4.     Merencanakan Pengeluaran
Setiap kali memberinya uang jajan, tanyakan padanya apa yang akan dia beli unuk makan di sekolah nanti. Tanyalah dengan detil, termasuk berapa harga makanannya. Tanyakan pula mengapa dia ingin membeli makanan tersebut. Hal ini untuk mengajarkan pada anak bahwa setiap pengeluaran harus ada argumentasinya. Perkenalkan pula pada anak bagaimana cara mengoptimalkan pengeluaran. Ajak dia untuk memilih makanan yang paling baik, dan sesuai dengan uang yang dimilikinya.
5.     Buka Tabungan Atas Namanya
Ajak anak ke bank, bukalah tabungan atsa namanya. Cara ini efektif untuk anak yang sudah bisa membaca karena dia akan melihat buku tabungan dengan namanya tercantum di situ. Ajarkan anak menabung di bank. Setiap kali habis menabung, tunjukkan padanya  hasil print pada buku tabungan yang memperlihatkan jumlah uang yang sudah bertambah.
6.     Memperkenalkan Konsekuensi
Anak perlu diperkenalkan konsekuensi sejak dini. Bahwa pada setiap pembelian atau pengeluaran uang, pasti ada konsekuensinya. Paling tidak, dengan mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli sesuatu , maka dia belum tentu bisa membeli barang lain dengan sisa uangnya. Hal tersebut sebenarnya sudah dimulai ketika anda memperkenalkan harga-harga barang dengan jmlah uang yang dimilikinya.
7.     Selalu Memberi Alasan
Jangan pernah melarang atau menolak permintaan anak tanpa alasan. Hal ini akan membuat anak tidak pernah memahami maksud anda. Bila si kecil merengek minta dibelikan sesuatu padahal permintaan tersebut tidak dalam budget anda, maka terangkanlah. Pada saat dia merengek minta dibelikan, tersenyumlah, lalu tunjukkan  harga yang tertera di situ. Belum tentu anak bisa mengerti apa yang anda katakan. Tapi jika hal tersebut berulang, dan anda rajin  memberikan alasan yang masuk akal baginya, maka adegan merengek di mall akan makin jarang terulang.


0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda